Saturday, July 18, 2009

Indonesia Menang, , ,



Judul diatas merupakan selentingan-selentingan candaan dari teman-teman saya ketika kami menghadiri acara tasmiyahan. mengapa mereka berkata demikian??

ternyata percakapan teman-teman saya bersangkutan dengan berita tentang pembatalan dari MU (Manchester United) yang rencananya akan tampil di Indonesia pada tanggal 20 Juli 2009 pada hari senin di stadion utama gelora bung karno lantaran adanya aksi pemboman yang dilakukan oleh para "Teroris" pada jum'at, 17 juli 2009 yang terjadi di dua tempat sekaligus dengan perbedaan waktu hanya 10 menit, yaitu pada hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton yang menjadi sasaran aksi peledakan tersebut.

konon, menurut data yang didapat bahwa rencana dari MU ketika berkunjung di Indonesia, mereka akan menginap di hotel Ritz-Carlton (sumber : .

Pembatalan misi dari MU untuk berkunjung ke Indonesia tidak hanya mengecewakan UI ( United Indonesia ) yang kelak akan bertanding, tapi juga merugikan pihak panitia penyelenggara kegiatan tersebut. dikarenakan banyaknya dana yang telah dikeluarkan berupa booking tempat, kemudian transportasi, dan tiket-tiket yang telah tersebar.

"Kami yang berisi rombongan 26 orang dijadwalkan berangkat dari Yogyakarta besok, ke Bandung dulu dan kemudian serempak ke Jakarta bersama UI Bandung," tutur Holly selaku Koordinator Daerah UI, saat dihubungi detiksport.

"Kami sudah tahu MU batal datang, tapi belum tahu bagaimana kelanjutannya. Posisinya seperti ini, kami sudah booking travel dan tidak bisa dibatalkan," sesal dia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Manchester United resmi mengumumkan pembatalan datang ke Indonesia untuk bertanding dengan tim Indonesia All Star. Berbagai ekspresi kekecewaan terlihat saat Sir Alex Ferguson serta anggota tim menggelar jumpa pers mengenai pembatalan tersebut di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (17/7).

sudah bisa dipastikan bahwa team dari Indonesia mendapatkan kemenangan mutlak, karena pihak MU telah mengundurkan diri sebelum pertandingan antar 2 negara dimulai. bisa kita pastikan betapa kesalnya para penggemar MU yang terpaksa harus menanggalkan keinginanya untuk bisa menyaksikan secara langsung idola kebanggaan mereka.

kalo bomnya lebih lambat 2 hari apa yang terjadi ya???
:)

Suara Hati Seorang Ikhwan

Wanita Suci
(Suara Hati Seorang Ikhwan untuk Seluruh Wanita Suci di Dunia)

Wanita suci,
Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa peduli?
Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku.
Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun.
Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah, tersempurna dan tertinggi.
Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau tak membutuhkan persamaan.

Wanita suci,
Jangan pernah biarkan aku manatapmu penuh, karena akan membuatkumengingatmu.
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku.
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari.
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh Lumpur.
Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.

Wanita suci,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung.
Ada ingin tapi tak ada henti.
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh.
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu kaupertaruhkan.
Mungkin kau tak peduli
Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah.
Dan tak lebih dari wanita biasa.

Wanita suci,
Jangan pernah kautatapku penuh
Bahkan tak perlu kaulirikkan matamu untuk melihatku.
Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang yang masih kotor.
Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas.
Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari Lumpur.
Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi.
Karena kau toh hanya manusia-hanya wanita.

Wanita suci,
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu kehadapan Tuhanmu.
Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi.
Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah.
Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah.
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.

Wanita suci
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas.
Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu, mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati.
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di fana saat ini.
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu, yang kaubangun dengan segala kekhusyu'an tangis do'amu.

Wanita suci
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kaupilih,
seperti kisah seorang wanita sudi di masa lalu yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya.
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi.
Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta
dalam setiap denyut nadi kita.

Friday, July 17, 2009

hudzaifah sang mata-mata

Sahabat tokoh penaklukan ini banyak memegang rahasia-rahasia Nabi. Khalifah Umar bin Khattab ra. mengangkatnya menjadi pemerinah di Madain. Pada tahun 642 M, dia berhasil mengalahkan pasukan Persia dalam perang Nahawand, kemudian dia mengikuti perang penaklukan Jazirah Arab dan akhirnya meninggal di kota Madain.

“Jika engkau ingin digolongkan kepada Muhajirin, engkau memang Muhajir. Dan jika engkau ingin digolongkan kepada Anshar, engkau memang seorang Anshar. Pilihlah mana yang engkau sukai. “

Itulah kalimat yang diucapkan Rasulullah kepada Hudzaifah Ibnul Yaman, ketika bertemu pertama kali di Mekah. Mengenai pilihan itu, apakah beliau tergolong Muhajirin atau Anshar ada kisah tersendiri bagi Hudzaifah.

Al-Yaman, ayah Hudzaifah, adalah orang Mekah dari Bani Abbas. Karena sebuah utang darah dalam kaumnya, dia terpaksa menyingkir dari Mekah ke Yastrib (Madinah). Di sana dia meminta perlindungan kepada Bani Abd Asyhal dan bersumpah setia pada mereka untuk menjadi keluarga dalam persukuan Bani Abd Asyhal. Ia kemudian menikah dengan anak perempuan suku Asyhal. Dari perkawinannya itu, lahirlah anaknya, Hudzaifah. Maka, hilanglah halangan yang menghambat Al-Yaman untuk memasuki kota Mekah. Sejak itu dia bebas pulang pergi antara Mekah dan Madinah. Meski demikian, dia lebih banyak tinggal dan menetap di Madinah.

Ketika Islam memancarkan cahanya ke seluruh Jazirah Arab, Al-Yaman termasuk salah seorang dari sepuluh orang Bani Abbas yang berkeinginan menemui Rasulullah dan menyatakan keislamannya. Ini semua terjadi sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Sesuai dengan garis keturunan yang berlaku di negeri Arab, yaitu garis keturunan bapak (patriach), maka Hudzaifah adalah orang Mekah yang lahir dan dibesarkan di Madinah.

Hudzaifah Ibnul Yaman lahir di rumah tangga muslim, dipelihara dan dibesarkan dalam pangkuan kedua ibu bapaknya yang telah memeluk agama Allah, sebagai rombongan pertama. Karena itu, Hudzaifah telah Islam sebelum dia bertemu muka dengan Rasulullah .

Kerinduan Hudzaifah hendak bertemu dengan Rasulullah memenuhi setiap rongga hatinya. Sejak masuk Islam, dia senantiasa menunggu-nunggu berita, dan nyinyir bertanya tentang kepribadian dan ciri-ciri beliau. Bila hal itu dijelaskan orang kepadanya, makin bertambah cinta dan kerinduannya kepada Rasulullah.

Pada suatu hari dia berangkat ke Mekah sengaja hendak menemui Rasulullah. Setelah bertemu, Hudzaifah bertanya kepada beliau, “Apakah saya ini seorang Muhajir atau Anshar, ya Rasulullah?”

Jawab Rasulullah, “Jika engkau ingin disebut Muhajir engkau memang seorang muhajir dan jika engkau ingin disebut Anshar, engkau memang orang Anshar. Pilihlah mana yang engkau sukai.”

Hudzaifah menjawab, “Aku memilih Anshar, ya Rasulullah!”

Setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, Hudzaifah selalu mendampingi beliau bagaikan seorang kekasih. Hudzaifah turut bersama-sama dalam setiap peperangan yang dipimpinnya, kecuali dalam Perang Badar. Mengapa dia tidak ikut dalam Perang Badar? Soal ini pernah diceritakan oleh Hudzaifah. Ia berkata, “Yang menghalangiku untuk turut berperang dalam peperangan Badar karena saat itu aku dan bapakku sedang pergi keluar Madinah. Dalam perjalanan pulang, kami ditangkap oleh kaum kafir Quraisy seraya bertanya, “Hendak ke mana kalian?”

Mereka menjawab, “Ke Madinah!”
Mereka bertanya, “Kalian hendak menemui Muhammad?”
“Kami hendak pulang ke rumah kami di Madinah,” jawab kami.
Mereka tidak bersedia membebaskan kami, kecuali dengan perjanjian bahwa kami tidak akan membantu Muhammad, dan tidak akan memerangi mereka. Sesudah itu barulah kami dibebaskannya.

Setelah bertemu dengan Rasulullah , kami menceritakan kepada beliau peristiwa tertangkapnya kami oleh kaum kafir Quraisy dan perjanjian dengan mereka. Lalu, kami bertanya kepada beliau tentang apa yang harus kami lakukan.

Rasulullah menjawab, “Batalkan perjanjian itu, dan marilah kita mohon pertolongan Allah untuk mengalahkan mereka!”

Dalam Perang Uhud, Hudzaifah ikut memerangi kaum kafir bersama dengan ayahnya, Al-Yaman. Dalam perang itu, Hudzaifah mendapat cobaan besar. Dia pulang dengan selamat, tetapi bapaknya syahid oleh pedang kaum muslimin sendiri, bukan kaum musyrikin.

Berikut kisahnya, pada hari terjadinya Perang Uhud, Rasulullah menugaskan Al-Yaman (ayah Hudzaifah) dan Tsabit bin Waqsy mengawal benteng tempat para wanita dan anak-anak, karena keduanya sudah lanjut usia. Ketika perang memuncak dan berkecamuk dengan sengit, Al-Yaman berkata kepada temannya, “Bagaimana pendapatmu, apalagi yang harus kita tunggu. Umur kita tinggal seperti lamanya kita menunggu keledai minum dengan puas. Kita mungkin saja mati hari ini atau besok. Apakah tidak lebih baik bila kita ambil pedang, lalu menyerbu ke tengah-tengah musuh membantu Rasulullah. Mudah-mudahan Allah memberi kita rezeki menjadi syuhada bersama-sama dengan nabi-Nya.” Keduanya lalu mengambil pedangnya dan terjun ke medan pertempuran.

Tsabit bin Waqsy memperoleh kemuliaan di sisi Allah. Dia syahid di tangan kaum musyrikin. Tetapi, Al-Yaman menjadi sasaran pedang kaum muslimin sendiri, karena mereka tidak mengenalnya. Hudzaifah berteriak, “Itu bapakku …! Itu bapakku …!” Tetapi sayang, tidak seorang pun yang mendengar teriakannya, sehingga bapaknya jatuh tersungkur oleh pedang teman-temannya sendiri. Hudzaifah tidak berkata apa-apa, kecuali hanya berdoa kepada Allah, “Semoga Allah Taala mengampuni kalian, Dia Maha Pengasih dari yang paling pengasih.”

Rasulullah memutuskan untuk membayar tebusan darah (diyat) bapak Hudzaifah kepada anaknya, Hudzaifah. Hudzaifah berkata, “Bapakku menginginkan supaya dia mati syahid. Keinginannya itu kini telah dicapainya. Wahai Allah! Saksikanlah, sesungguhnya aku menyedekahkan diyat darah bapakku kepada kaum muslimin.”

Maka, dengan pernyataannya itu, penghargaan Rasulullah terhadap Hudzaifah bertambah tinggi dan mendalam.

Rasulullah menilai dalam pribadi Hudzaifah Ibnul Yaman terdapat tiga keistimewaan yang menonjol. Pertama, cerdas, sehingga dia dapat meloloskan diri dalam situasi yang serba sulit. Kedua, cepat tanggap, berpikir cepat, tepat dan jitu, yang dapat dilakukannya setiap diperlukan. Ketiga, cermat memegang rahasia, dan berdisplin tinggi, sehingga tidak seorang pun dapat mengorek yang dirahasiakannya.

Sudah menjadi salah satu kebijaksanaan Rasulullah, berusaha menyingkap keistimewaan para sahabatnya dan menyalurkannya sesuai dengan bakat dan kesanggupan yang terpendam dalam pribadi masing-masing mereka. Yakni, menempatkan seseorang pada tempat yang selaras.

Kesulitan terbesar yang dihadapi kaum muslimin di Madinah ialah kehadiran kaum Yahudi munafik dan sekutu mereka, yang selalu membuat isu-isu dan muslihat jahat, yang selalu dilancarkan mereka terhadap Rasulullah dan para sahabat. Untuk menghadapi kesulitan ini, Rasulullah mempercayakan suatu yang sangat rahasia kepada Hudzaifah Ibnul Yaman, dengan memberikan daftar nama orang munafik itu kepadanya. Itulah suatu rahasia yang tidak pernah bocor kepada siapa pun hingga sekarang, baik kepada para sahabat yang lain atau kepada siapa saja. Dengan mempercayakan hal yang sangat rahasia itu, Rasulullah menugaskan Hudzaifah memonitor setiap gerak-gerik dan kegiatan mereka, untuk mencegah bahaya yang mungkin dilontarkan mereka terhadap Islam dan kaum muslimin. Karena inilah, Hudzaifah Ibnul Yaman digelari oleh para sahabat dengan Shaahibu Sirri Rasulullah (Pemegang Rahasia Rasulullah).

Suatu ketika, Rasulullah memerintahkan Hudzaifah melaksanakan suatu tugas yang amat berbahaya, dan membutuhkan keterampilan luar biasa untuk mengatasinya. Karena itulah, beliau memilih orang yang cerdas, tanggap, dan berdisiplin tinggi. Peristiwa itu terjadi pada puncak peperangan Khandaq. Kaum muslimin telah lama dikepung rapat oleh musuh, sehingga mereka merasakan ujian yang berat, menahan penderitaan yang hampir tidak tertangguhkan, serta kesulitan-kesulitan yang tidak teratasi. Semakin hari situasi semakin gawat, sehingga menggoyahkan hati yang lemah. Bahkan, menjadikan sementara kaum muslimin berprasangka yang tidak wajar terhadap Allah .

Namun begitu, pada saat kaum muslimin mengalami ujian berat dan menentukan itu, kaum Quraisy dan sekutunya yang terdiri dari orang-orang musyrik tidak lebih baik keadaannya daripada yang dialami kaum muslimin. Karena murka-Nya, Allah menimpakan bencana kepada mereka dan melemahkan kekuatannya. Allah meniupkan angin topan yang amat dahsyat, sehingga menerbangkan kemah-kemah mereka, membalikkan periuk, kuali, dan belanga, memadamkan api, menyiramkan muka mereka dengan pasir dan menutup mata dan hidung mereka dengan tanah.

Pada situasi genting dalam sejarah setiap peperangan, pihak yang kalah ialah yang lebih dahulu mengeluh dan pihak yang menang ialah yang dapat bertahan menguasai diri melebihi lawannya. Dalam detik-detik seperti itu, amat diperlukan informasi secepatnya mengenai kondisi musuh, untuk menetapkan penilaian dan landasan dalam mengambil putusan melalui musyawarah.

Ketika itulah Rasulullah membutuhkan keterampilan Hudzaifah Ibnul Yaman untuk mendapatkan info-info yang tepat dan pasti. Maka, beliau memutuskan untuk mengutus Hudzaifah ke jantung pertahanan musuh, dalam kegelapan malam yang hitam pekat. Marilah kita dengarkan dia bercerita, bagaimana dia melaksanakan tugas maut tersebut.

Hudzaifah berkata, “Malam itu kami (tentara muslimin) duduk berbaris, Abu Sufyan dengan dua baris pasukannya kaum musyrikin Mekah mengepung kami sebelah atas. Orang-orang Yahudi Bani Quraizhah berada di sebelah bawah. Yang kami khawatirkan ialah serangan mereka terhadap para wanita dan anak-anak kami. Malam sangat gelap. Belum pernah kami alami gelap malam yang sepekat itu, sehingga tidak dapat melihat anak jari sendiri. Angin bertiup sangat kencang, sehingga desirannya menimbulkan suara bising yang memekakkan. Orang-orang lemah iman, dan orang-orang munafik minta izin pulang kepada Rasulullah, dengan alasan rumah mereka tidak terkunci. Padahal, sebenarnya rumah mereka terkunci.

Setiap orang yang minta izin pulang diberi izin oleh Rasulullah, tidak ada yang dilarang atau ditahan beliau. Semuanya keluar dengan sembunyi-sembunyi, sehingga kami yang tetap bertahan hanya tinggal 300 orang.

Rasulullah berdiri dan berjalan memeriksa kami satu per satu. Setelah beliau sampai di dekatku, aku sedang meringkuk kedinginan. Tidak ada yang melindungi tubuhku dari udara dingin yang menusuk-nusuk, selain sehelai sarung butut kepunyaan istriku, yang hanya dapat menutupi hingga lutut. Beliau mendekatiku yang sedang menggigil, seraya bertanya, “siapa ini!”

“Hudzaifah!” jawabku.

“Hudzaifah!” tanya Rasulullah minta kepastian. “Aku merapat ke tanah, sulit berdiri karena sangat lapar dan dingin.”

“Betul, ya Rasulullah!” jawabku.

“Ada beberapa peristiwa yang dialami musuh. Pergilah engkau ke sana dengan sembunyi-sembunyi untuk mendapatkan data-data yang pasti, dan laporkan kepadaku segera …!” kata beliau memerintah.

Aku bangun dengan ketakutan dan kedinginan yang sangat menusuk. Maka, Rasulullah berdoa, “Wahai Allah! lindungilah dia, dari hadapan, dari belakang, kanan, kiri, atas, dan dari bawah.”

Demi Allah! Sesudah Rasulullah selesai berdoa, ketakutan yang menghantui dalam dadaku dan kedinginan yang menusuk-nusuk tubuhku hilang seketika, sehingga aku merasa segar dan perkasa. Tatkala aku memalingkan diriku dari Rasulullah, beliau memanggilku dan berkata, “Hai, Hudzaifah! sekali-kali jangan melakukan tindakan yang mencurigakan mereka sampai tugasmu selesai, dan kembali kepadaku!”

Jawabku, “Saya siap, ya Rasulullah!”

Lalu, aku pergi dengan sembunyi-sembunyi dan hati-hati sekali, dalam kegelapan malam yang hitam kelam. Aku berhasil menyusup ke jantung pertahanan musuh dengan berlagak seolah-olah aku anggota pasukan mereka. Belum lama aku berada di tengah-tengah mereka, tiba-tiba terdengar Abu Sufyan memberi komando.

Ia berkata, “Hai, pasukan Quraisy! dengarkan aku berbicara kepada kamu sekalian. Aku sangat khawatir, hendaknya pembicaraanku ini jangan sampai terdengar oleh Muhammad. Karena itu, telitilah lebih dahulu setiap orang yang berada di samping kalian masing-masing!”

Mendengar ucapan Abu Sufyan, aku segera memegang tangan orang yang di sampingku seraya bertanya, “Siapa kamu?” Jawabnya, “Aku si Anu, anak si Anu!”

Sesudah dirasanya aman, Abu Sufyan melanjutkan bicaranya, “Hai, pasukan Quraisy! demi Tuhan! Sesungguhnya kita tidak dapat bertahan di sini lebih lama lagi. Hewan-hewan kendaraan kita telah banyak yang mati. Bani Quraizhah berkhianat meninggalkan kita. Angin topan menyerang kita dengan ganas seperti kalian rasakan. Karena itu, berangkatlah kalian sekarang dan tinggalkan tempat ini. Sesungguhnya aku sendiri akan berangkat.”

Selesai berkata demikian, Abu Sufyan kemudian mendekati untanya, melepaskan tali penambat, lalu dinaiki dan dipukulnya. Unta itu bangun dan Abu Sufyan langsung berangkat. Seandainya Rasulullah tidak melarangku melakukan suatu tindakan di luar perintah sebelum datang melapor kepada beliau, sungguh telah kubunuh Abu Sufyan dengan pedangku.

Aku kembali ke pos komando menemui Rasulullah. Kudapati beliau sedang salat di tikar kulit, milik salah seorang istrinya. Tatkala beliau melihatku, didekatkannya kakinya kepadaku dan diulurkannya ujung tikar menyuruhku duduk di dekatnya. Lalu, kulaporkan kepada beliau segala kejadian yang kulihat dan kudengar. Beliau sangat senang dan bersuka hati, serta mengucapkan puji dan syukur kepada Allah .

Hudzaifah Ibnul Yaman sangat cermat dan teguh memegang segala rahasia mengenai orang-orang munafik selama hidupnya, sampai kepada seorang khalifah sekalipun yang mencoba mengorek rahasia tetap ia tidak mau membocorkannya. Sampai-sampai khalifah Umar bin Khathtab r.a. ada orang muslim yang meninggal, dia bertanya, “Apakah Hudzaifah turut menyalatkan jenazah orang itu ?” Jika mereka menjawab, “Ada,” beliau turut menyalatkannya.

Suatu ketika, Khalifah Umar pernah bertanya kepada Hudzaifah dengan cerdik,”Adakah di antara pegawai-pegawaiku orang munafik?”

Jawab Hudzaifah,”Ada seorang!”

“Tolong tunjukkan kepadaku siapa?” kata Umar.

Hudzaifah menjawab, “Maaf Khalifah, saya dilarang Rasulullah mengatakannya.”

“Seandainya kautunjukkan, tentu Khalifah akan langsung memecat pegawai yang bersangkutan,” kata Hudzaifah bercerita.

Namun begitu, amat sedikit orang yang mengetahui bahwa Hudzaifah Ibnul Yaman sesungguhnya adalah pahlawan penakluk Nahawand, Dainawar, Hamadzan, dan Rai. Dia membebaskan kota-kota tersebut bagi kaum muslimin dari genggaman kekuasaan Persia yang menuhankan berhala. Hudzaifah juga termasuk tokoh yang memprakarsai keseragaman mushhaf Alquran, sesudah kitabullah itu beraneka ragam coraknya di tangan kaum muslimin. Dan Hudzaifah, hamba Allah yang sangat takut kepada Allah, dan sangat takut akan siksanya.

Ketika Hudzaifah sakit keras menjelang ajalnya tiba, beberapa orang sahabat datang mengunjunginya pada tengah malam. Hudzaifah bertanya kepada mereka,”Pukul berapa sekarang?”

Mereka menjawab, “Sudah dekat Subuh.”

Hudzaifah berkata, “Aku berlindung kepada Allah dari Subuh yang menyebabkan aku masuk neraka.”

Ia bertanya kembali, “Adakah tuan-tuan membawa kafan?”

Mereka menjawab, “Ada.”

Hudzaifah berkata, “Tidak perlu kafan yang mahal. Jika diriku baik dalam penilaian Allah, Dia akan menggantinya untukku dengan kafan yang lebih baik. Dan, jika aku tidak baik dalam pandangan Allah, Dia akan menanggalkan kafan itu dari tubuhku.” Sesudah itu dia berdoa kepada Allah, “Wahai Allah! sesungguhnya Engkau tahu, aku lebih suka fakir daripada kaya, aku lebih suka sederhana daripada mewah, aku lebih suka mati daripada hidup.”

Sesudah berdoa rohnya berangkat. Seorang kekasih Allah kembali kepada Allah dalam kerinduan. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya. Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber: Shuwar min Hayaatis Shahabah, karya Doktor ‘Abdurrahman Ra’fat Basya

Diambil dari : http://ahlulhadist.wordpress.com/2007/10/12/huzaifah-bin-yamman-wafat-36-h656-m-2/

Surat untuk wakil rakyat

assalamu'alaikum

suatu ketika, dipagi yang dingin kuayun langkah. kupacu motorku untuk mengantar sang adik yang sangat menyebalkan. huff, . .
ada pemandangan yang unik, pagi itu jalanan yang emang udah rusak ditambah dengan proyek yang sepertinya belum selesai membuat jalan itu menjadi kian memburuk. debu-debu telah bertebaran, padahal saat itu masih pagi.

mereka membuat sebuah palang agar para pengendara hati-hati, sembari dibuat tulisan yang diukir diatas kardus. tulisannya gini, "selamat datang dikawasan berdebu", tak jauh dari situ ada tulisan lagi. berbunyi seperti ini "jangan mau uangnya aja dong"

salahkah mereka karena bersikap seperti itu??

menurut saya, mungkin jika saya ataupun anda sekalian berada dalam kondisi yang sama. tentunya anda akan berpendapat serupa. akan tetapi apa yang mereka perbuat seperti sia-sia. mereka yang mengaku sebagai wakil rakyat, yang mendengarkan aspirasi rakyat seharusnya terjun kelapangan. melihat bagaimana kondisi sarana dan pra sarana nya. apakah sudah terpenuhi atau tidak. karena mereka dibayar untuk itu. bener tidak??

sebuah pemandangan yang sepele memang, tapi ini bukan kali pertama samarinda seperti ini. banyak ruas jalan yang merupakan salah satu titik fital transportasi menjadi macet dikarenakan kondisi jalan raya yang hampir tidak layak.

apakah gerangan penyebabnya??

Syarat Menjadi Tuhan

dalam kehidupan bermasyarakat, banyak kita jumpai orang-orang yang mengaku memiliki kelebihan yang berbeda dari orang lain, namun sebenarnya kelebihan itu justru merupakan kelemahan yang tidak mereka sadari, dan akan membawa kepada kesesatan yang dapat mengantarkan siapa saja pengikutnya kedalam neraka jahanam. sebut saja mama lauren, seorang yahudi yang mengaku dapat meramal masa depan seseorang, bahkan masa depan suatu bangsa. tak heran banyak masyarakat kita lebih memilih mama lauren sebagai alternatif untuk meminta pertolonganan, bantuan, dan saran, serta nasihat-nasihat yang terbaik bagi dirinya. tidakkah kita melihat telah mutlaknya di masyarakat kita suatu pemikiran yang primitif, jahil, lagi sesat. nasihat-nasihat alim ulama tidak lagi didengar, idola mereka beralih dari muhammad saw menjadi mama lauren, dedy corbusier, dan tokoh-tokoh semisalnya.
saudaraku yang mudah-mudahan di muliakan oleh Allah swt. tidak menutup kemungkinan perlahan demi perlahan tokoh-tokoh yang saya sampaikan diatas merupakan cucu-cucu firaun yang aktif di masa kini. yang sadar atau tidak sadar memalingkan tujuan manusia untuk hanya menyembah Allah saja !!!. dan apabila demikian adanya marilah kita segera bangkit dan sadar dari serangan-serangan semacam ini. bukankah tidak sedikit dari masyarakat kita yang secara dzahir mengaku dirinya islam, namun secara pemikiran, perbuatan, serta amalan justru cenderung kepada hal-hal yang demikian. Allah swt berfirman "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kami lah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat, di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta" [QS. Al Fushshilat ayat 30-31]
dan bagi mereka yang menganggap sebagian manusia dapat menyamai Allah dalam hal keEsaan, merasa dirinya pantas disebut Tuhan selain Allah, maka berikut kriteria-kriteria yang wajib mereka miliki bila ingin disebut Tuhan..
1. Disthing (berbeda dari mahlukNYA)
Allah swt berfirman "(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat" [QS Asy Syura ayat 11].
telah jelas ayat diatas menggambarkan kebesaran Allah swt yang telah menciptakan mahlukNYA dengan sempurna tanpa kurang sesuatu pun. saudaraku seiman dan seakidah, DIA bukanlah manusia seperti kebanyakkan kaum yahudi dan nasrani yang menganggap nabi Isa as adalah Tuhan seluruh alam, juru selamat, dan penebus dosa bagi umat manusia. namun ia hanyalah manusia biasa yang Allah utus di tengah-tengah bani israil untuk menyampaikan amanatnNYA, yaitu tauhid. pernahkah terpikir oleh kita betapa begitu mulianya Allah swt jika dilahirkan oleh seorang wanita layaknya nabi Isa as yang harus melalui proses yang begitu panjang untuk disebut sebagai "Tuhan". harus melalui rahim seorang ibu, dirawat dan dibesarkan, serta haruskah pula di makamkan pada saat menjelang ajalnya ? lalu jika kita menemukan manusia yang lebih baik dari Isa, apakah pantas pula kita menjadikannya sebagi Tuhan ? dan jika ada seribu manusia yang lebih baik dan lebih baik dari itu, apakah pantas pula kita menjadikan mereka sebagai Tuhan ?. Allah swt berfirman dalam kitabNYA "Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putra Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?" Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu". [QS Al Maaidah ayat 17].
saya pikir semua yang terpapar diatas telah lebih dari cukup dan mampu menyita waktu kita untuk berfikir sejenak, bahwa tidaklah pantas bagi manusai yang memiliki berbagai sifat dan pribadi yang kurang untuk disandarkan bersama Allah swt dalam hal apapun. karena DIA sangatlah berbeda dari mahlukNYA dalam segala hal. Allah swt berfirman "Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui". [QS Al Baqarah ayat 21-22]. lalu sudahkah kita termasuk dalam kriteria yang satu ini ?
2. Unique (Unik)
yang ke dua adalah unik. Allah swt berfirman "Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia". [QS Al Ikhlash ayat 1-4]
adakah di dunia ini yang sanggup mengurus ribuan, jutaan, bahkan miliaran urusan dalam waktu 24 jam ? yang segala sesuatu baik mahluk bernyawa atau tidak bernyawa, baik yang nyata maupun yang gaib bergantung padaNYA ? (Lahaulla wallaquwattaillabilla). jika menjadi guru saja kita sudah di subukan dengan tugas-tugas yang begitu melelahkan, menyita perhatian, tenaga dan pikiran, maka sanggupkah kita menyamaiNYA dalam hal kemampuan ? jika kita di lahirkan oleh seorang wanita yang memiliki seorang suami, yang suami tersebut merupakan ayah kita, lalu lengkaplah ia disebut sebagai sebuah keluarga, yang satu sama lain saling mencintai dan dicintai, serta saling membutuhkan, maka DIAlah yang dzat yang maha hidup, yang tidak membutuhkan mahlukNYA dalam segala urusan, yang tetap mulia walupun mahlikNYA tidak kenal siapa Tuhannya. Allah swt berfirman "Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Maha Suci Allah. Dia-lah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan". [Az Zumar ayat 4]

3. Absolute (kekuasaanNYA mutlak, tanpa batas)
Allah swt berfirman "Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan". [QS Ali Imran ayat 83]
apa yang kita lakukan apabila bertemu dengan majikan kita ? tentu menampilkan sikap yang terbaik di hadapnnya, bagaimana jika kita bertemu dengan seorang gubernur ? tentu akan berusaha menjabat tangannya, dan bagimana jika kita bertemu dengan seorang kepala negara ? tentu akan berusaha memeluknya. tak dipungkiri bahwa usaha kita yang terpapar diatas merupakan wujud untuk menampilkan yang terbaik di hadapan seorang manusia, yang tak memiliki daya dan upaya, yang dzalim lagi lemah, dan masih banyak kekurangan yang membuat tak satupun yang dapat dibanggakan !!, lalu sejauh manakah upaya kita untuk mempersiapkan diri bila bertatap muka di hadapanNYA ?. saudaraku seiman dan seakidah, Allah is Universe, yang menguasai seluruh alam, jiwa, dan apapun yang nyata dan yang ghaib. tidaklah sesuatu itu berjalan sesuai fungsinya, jika tidak ada rahmat dan izin dariNYA Allah swt berfirman "yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya". [QS Al Furqaan ayat 2]. lalu sudahkah kita memenuhi kriteria-kriteria diatas untuk layak dikatakan sebagai Tuhan ? jika tidak maka, cukuplah Allah menjadi penolong, pembimbing, dan tempat kita memohon, dalam suka maupun duka. Allahu ta'ala alam []

Thursday, July 16, 2009

My First Blog

assalamu'alaikum wr. wb

satu hal yang perlu diancungi jempol buat manusia ketimbang mahluk lainnya ialah manusia mampu membuat suatu dunia baru(membuat, bukan menciptakan.karena menciptakan adalah kuasa allah) yaitu dunia maya. konon, menurut analisa luasnya hingga saat ini belum ada satu orang pun yang bisa mengukurnya.

untuk itu, saya buat blog ini. bukan hanya berisi coretan hati, tetapi juga ingin mengenalkan kepada kita semua tentang islam.

sooo, , , , salam kenal buat kalian semua

wassalamu'alaikum